PESONA HAT YAI





Hat Yai (หาดใหญ) adalah nama kota yang terletak di Thailand bagian selatan, dekat perbatasan Malaysia. Kota terbesar ke empat di Thailand ini merupakan ibu kota Provinsi Songkhla yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia. Tak heran kalau Turis Malaysia banyak yang mengunjungi Hat Yai. Apalagi Hat Yai memang memiliki banyak tempat menarik, mulai dari kuil (wat), taman, pantai hingga pulau-pulau kecil. Berikut beberapa tempat menarik yang wajib Anda sambangi ketika berkunjung ke Hat Yai.



Hat Yai Municipal Park
Hat Yai Municipal Park terletak di pinggiran kota, berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Hat Yai. Taman luas yang berada di Kanchanawanit Road ini memiliki banyak atraksi menarik mulai dari taman bunga, danau buatan, planetarium, dan Kuil-kuil Buddha lengkap dengan Patung-Patung Buddha raksasanya. Ikon paling menarik di Hat Yai Municipal Park tak lain Patung Buddha Emas setinggi 19,9 meter dengan berat 200 ton yang biasa disebut Phra Buddha Mongkol Maharaj, yang berdiri gagah di puncak Bukit Kor Hong, titik tertinggi di taman ini. Dari puncak bukit ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan Kota Hat Yai dari ketinggian dan pantai-pantai cantik di Songkhla. Ada juga Patung Dewi Kwan Im setinggi 6 meter, yang berada di bawah Phra Buddha Mongkol Maharaj. Selain itu, ada juga kereta gantung (Hat Yai Cable Car) yang lokasinya berada tepat di samping Phra Buddha Mongkol Maharaj. Untuk menaiki kereta gantung ini, turis dewasa dikenakan biaya 200 Baht (sekitar Rp 90.000,00).

 

Wat Hat Yai Nai 
Wat Hat Yai Nai merupakan Kuil Buddha yang berada di Phetkasem Road, dekat Jembatan Khlong U Taphao. Di kuil ini terdapat Patung Buddha Raksasa Tidur bernama Phra Phuttha Hattha Mongkhon. Patung sepanjang 35 meter, tinggi 15 meter, dan lebar 10 meter ini baru ditambahkan pada tahun 1972 dan menjadi atraksi utama di kuil ini.



Khlong Hae Floating Market 
Hat Yai juga memiliki pasar terapung yang dinamakan Khlong Hae Floating Market. Pasar terapung ini hanya buka di akhir pekan (Sabtu-Minggu) mulai pukul 16.00 hingga pukul 21.00. Di pasar ini terdapat sekitar 90 perahu penjual makanan dan minuman serta 200 toko penjual cinderamata. Penjual makanan berada di atas perahu yang berjajar di tepi sungai. Uniknya seluruh penjual makanan di atas perahu adalah muslim (banyak yang berjilbab)sehingga turis muslim tak perlu khawatir akan kehalalan makanan dan minuman yang dijual. Harga makanan dan minuman cukup murah, mulai dari 20 Baht (sekitar Rp 9.000,00).



Pantai Chalatat
Selain Kuil dan Patung Buddha, Hat Yai juga memiliki pantai-pantai cantik berpasir putih. Salah satunya adalah Pantai Chalatat yang berada di daerah Songkhla. Pantai Chalatat berada di pinggir jalan dengan pohon-pohon pinus yang rindang yang memagarinya. Di pinggir pantai berpasir putih ini terdapat trotoar yang cukup lebar lengkap dengan beberapa gazebo yang cukup besar. Anda tak perlu takut kelaparan atau kehausan ketika mengunjungi Pantai Chalatat karena di sekitar pantai ini banyak restoran dan pedagang asongan yang menjual makanan dan minuman. 



Pantai Samila
Tak jauh dari Pantai Chalatat terdapat pantai yang tak kalah cantiknya, yaitu Pantai Samila. Ikon pantai berpasir putih ini tak lain adalah Patung Putri Duyung Emas (Golden Mermaid) yang duduk di atas batu karang hitam. Meski ukurannya tak seberapa besar, patung ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto (selfie). Di hari libur atau akhir pekan, Anda harus antri untuk bisa berfoto di dekat patung ini. (Edyra)***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

THE GLORIOUS SHWEDAGON PAGODA






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

MASJID DI YANGON

Myanmar adalah salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara dengan penduduk mayoritas beragama Buddha Theravada. Menurut Wikipedia, berdasarkan sensus penduduk tahun 2014, sebanyak 87,9 % dari Warga Myanmar beragama Buddha. Selain Buddha ada juga agama lain di Myanmar, salah satunya adalah Islam yang jumlah pemeluknya sangat sedikit, hanya 4,3%. Meski pemeluk Agama Islam hanya sedikit, tapi saya melihat cukup banyak masjid di Yangon (ibu kota Myanmar) terutama di Area Sule (pusat kota). Masjid-masjid tersebut terbuka untuk pemeluk Agama Islam dari berbagai belahan dunia pada jam sholat lima waktu. Di luar waktu sholat, masjid-masjid tersebut akan dikunci rapat-rapat dan Anda harus menghubungi takmir/pengurus masjid bila ingin masuk ke dalam masjid. Berikut beberapa masjid di Yangon yang bisa Anda manfaatkan untuk menunaikan ibadah sholat lima waktu, saat Anda berkunjung ke Myanmar.
 
1. Masjid Jame Bengali Sunni : Sule Pagoda Road, Yangon

 
2. Masjid Jame Bengali Sunni Cholia : Maha Bandoola Road, Yangon


3. Masjid Shiah Mogul : No. 97, 30th Street, Yangon


4. Masjid Chulia Muslim Dargah : No. 385/391, Bogyoke Aung San Street, Yangon



5. Masjid Dawoodi Bora Saifee : No. 373, Shwe Bontha Street, Yangon



6. Masjid Jame Sunni Narsapuri Moja : Shwe Bontha Street, Yangon


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments