JEMBATAN SEKRIKIL, DESTINASI WISATA TERBARU DI TEMANGGUNG

Nampang sejenak di Jembatan Sekrikil



Kekuatan media sosial (social media) semacam Facebook dan Instagram memang luar biasa. Banyak tempat di Indonesia bahkan dunia jadi populer dan dikunjungi banyak orang setelah foto-foto tempat tersebut tersebar di media sosial. Salah satunya adalah Jembatan Sekrikil yang berada di Temanggung, Jawa Tengah. Gara-gara foto-foto cantik Jembatan Sekrikil tersebar di Instagram, sekarang jembatan tersebut berubah menjadi lokasi wisata dadakan yang membuat penasaran banyak oarng untuk segera mengunjunginya termasuk saya.

Jembatan Sekrikil terlihat menawan dengan latar belakang Gunung Sumbing yang berdiri menjulang
 
Nama asli Jembatan Sekrikil adalah Jembatan Gantung Kali Galeh karena jembatan ini memang membentang di atas Sungai Galeh. Namun, di kalangan netizen jembatan cantik ini lebih terkenal dengan sebutan Jembatan Sekrikil atau Jembatan Sangkil (singkatan dari Sanggen-Sekrikil). Nama yang nggak salah juga karena jembatan gantung ini memang menghubungkan Dusun Sekrikil, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan dengan Dusun Sanggen, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Jembatan gantung yang memiliki panjang 90 meter dan lebar 1,8 meter ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Juni 2017. Lantas, apa yang istimewa dengan Jembatan Sekrikil sehingga ramai didatangi banyak orang? 


Jembatan Sekrikil dilihat dari sisi Dusun Sanggen, Desa Gandurejo, Kec. Bulu

Sebenarnya ada banyak jembatan gantung di Indonesia selain Jembatan Sekrikil, tapi tidak begitu dikenal. Lantas, apa yang istimewa dengan Jembatan Sekrikil sehingga ramai didatangi banyak orang? Tak lain adalah panorama sekitar yang sangat menawan. Pada saat cuaca cerah, langit biru tanpa awan (terutama di pagi hari), Anda bisa melihat Gunung Sumbing berdiri gagah di belakang Jembatan Sekrikil. Tampak juga Gunung Sindoro yang menjulang tinggi di kejauhan. Perpaduan jembatan gantung, sungai berair jernih, ladang tembakau, dan gunung yang berdiri dengan anggun menciptakan panorama yang sangat menakjubkan saat diabadikan dengan kamera. Tak heran kalau Jembatan Sekrikil jadi destinasi wisata baru di Temanggung dan menjadi lokasi swafoto (selfie) favorit para pengunjung.

Pengendara sepeda motor sedang melintas di atas Jembatan Sekrikil
 
Nama tenar Jembatan Sekrikil juga membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar. Karena ramainya pengunjung setiap akhir pekan dan hari libur, masyarakat sekitar memanfaatkan momen tersebut dengan membuat tempat parkir dan membuka warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Jadi, Anda tak perlu takut kelaparan atau kehausan saat menyambangi Jembatan Sekrikil.

How to Get There
Untuk Mencapai Jembatan Sekrikil sangat mudah. Bila Anda datang dari arah Semarang, Temanggung atau Yogyakarta, Anda tinggal mengarahkan kendaraan menuju Parakan hingga tiba di Pasar Legi, Parakan. Dari pasar tersebut, Anda bisa memilih gang mana saja yang mengarah ke kiri karena semuanya bias menuju ke Jembatan Sekrikil. Dari Pasar Legi, Jembatan Sekrikil hanya berjarak sekitar 400 meter. (Edyra)***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

BERCENGKERAMA DENGAN SI IMUT TYTO ALBA DI DESA TLOGOWERU

Desa Tlogoweru berada di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa ini berjarak sekitar 19 km dari Alun-alun Kota Demak atau sekitar 30 menit berkendara.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

7 PANTAI TERINDAH DI PULAU ROTE



Pantai Leli
Inilah pantai cantik yang letaknya paling dekat dari Ba’a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Ba’a atau sekitar 10 menit berkendara. Lokasinya juga di pinggir jalan raya Trans Rote sehingga mudah dicari. Pantai Leli berpasir putih (cream) dengan air laut hijau kebiruan. Di ujung barat pantai ini terdapat sebuah bukit yang sering menjadi lokasi merumput sapi-sapi warga setempat. Keunikan Pantai Leli adalah taburan batu karang beragam bentuk dan ukuran di tengah lautnya, yang membuatnya semakin eksotis.  

Pantai Tiang Bendera
Pantai Tiang Bendera juga berada tak jauh dari Kota Ba’a, hanya sekitar 5 km. Sayangnya, jalan menuju pantai ini cukup buruk (2 km berupa jalan tanah berbatu) dan lokasinya cukup tersembunyi tanpa disertai rambu-rambu atau penunjuk arah sama sekali. Pantai Tiang Bendera merupakan salah satu lokasi wisata di Pulau Rote yang sudah mendapat sedikit perhatian dari pemerintah daerah berupa pembangunan beberapa lopo-lopo (gazebo) di pinggir pantai. Pantai ini juga dihiasi beberapa batu karang yang cukup besar, membuatnya mirip Tanah Lot di Bali. Dinamakan Tiang Bendera karena di kawasan pantai tersebut terdapat sebuah tugu beton setinggi 2,5 meter yang berdiri di atas pulau karang, di tengah laut. Konon katanya, tiang tersebut merupakan tiang peninggalan Belanda, tempat mereka mengibarkan benderanya sebagai tanda bahwa Pulau Rote merupakan wilayah jajahannya.

Pantai Nemberala
Inilah pantai andalan Pulau Rote yang tersohor sampai ke mancanegara berkat kedahsyatan ombaknya. Tak heran kalau Pantai Nemberala menjadi destinasi favorit para penggemar olahraga selancar (surfing) dari berbagai penjuru dunia. Selain kedahsyatan ombaknya, Pantai Nemberala juga cantik secara visual. Seperti pantai-pantai lainnya di Pulau Rote, Pantai Nemberala juga berpasir putih dengan air laut hijau toska. Pantai ini dihiasi jejeran pohon kelapa di pinggir pantainya membuatnya makin mempesona.

Pantai Tunggaoen
Pantai Tunggaoen berada tak jauh dari Pantai Nemberala, sekitar 10 km jaraknya dari Pantai Nemberala . Keunikan pantai ini tak lain berkat adanya sebuah batu karang berbentuk seperti kodok, di sebelah kanan pantai, sedikit di tengah laut. Tak pelak lagi, batu karang tersebut membuat pantai Tunggaoen semakin fotogenik.

Pantai Oeseli

Pantai Inaoe

Pantai Inaoe berada di pesisir selatan Pulau Rote, tepatnya di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Kota Ba’a (ibu kota Kabupaten Rote Ndao), pantai ini berjarak 29 km atau sekitar 45 menit berkendara. Sayangnya, belum ada kendaraan umum menuju Pantai Inaoe sehingga kita harus naik ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Ba’a untuk mengunjunginya. Pantai mungil nan cantik ini mendadak jadi viral di internet setelah ada seorang warga mengunggah fotonya di media sosial. Secara visual, Pantai Inaoe yang oleh warga lokal disebut Pantai Tolanamon terlihat sangat cantik dan unik. Pantainya tersembunyi di sebuah teluk mungil yang menjorok jauh ke daratan dengan bibir pantai yang berpasir putih sangat pendek, hanya sekitar 15 meter panjangnya. Air lautnya sangat bening dengan warna bergradasi dari hijau toska di pinggir pantai hingga biru tua di lautan lepas. Di sekeliling pantai terdapat bukit-bukit kecil yang seperti mengepung Pantai Inaoe dan menyembunyikannya dari dunia luar. Namun, keberadaan bukit-bukit tersebut justru semakin mempercantik Pantai Inaoe. Dari bukit-bukit inilah, kita bisa melihat kecantikan Pantai Inaoe.



Pantai Oesosole

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

PANTAI INAOE, PANTAI MUNGIL NAN CANTIK DI ROTE SELATAN

Menikmati keindahan Pantai Inaoe yang sedang hits di media sosial





Pulau Rote terkenal akan keindahan pantainya. Salah satu pantai yang sedang menjadi trending topic dan menarik perhatian banyak orang akhir-akhir ini adalah Pantai Inaoe atau Tolanamon. Pantai mungil nan cantik ini mendadak jadi viral di internet setelah ada seorang warga mengunggah foto Pantai Inaoe di media sosial.

Pantai Inaoe berada di pesisir selatan Pulau Rote, tepatnya di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Kota Ba’a (ibu kota Kabupaten Rote Ndao), pantai ini berjarak 29 km atau sekitar 45 menit berkendara. Sayangnya, belum ada kendaraan umum menuju Pantai Inaoe sehingga kita harus naik ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Ba’a untuk mengunjunginya.

Saya beruntung dapat pinjaman sepeda motor sehingga tak perlu susah-susah mencari kendaraan untuk mencapai Pantai Inaoe. Dari Kota Ba’a, saya butuh waktu sekitar 45 menit untuk mencapai pantai ini. Sebenarnya jalan menuju pantai ini cukup bagus dan mulus, tapi tak ada rambu-rambunya sama sekali sehingga saya harus bertanya ke warga setempat setiap bertemu persimpangan jalan. Dari Ba’a sampai Desa Inaoe yang berjarak sekitar 25 km jalannya beraspal dan cukup bagus. Hanya di beberapa titik jalan rusak dan berlubang. Namun, dari Desa Inaoe sampai Pantai Inaoe yang jaraknya 4 km kondisi jalan belum beraspal dengan kontur jalan menurun yang sangat curam. Rem harus benar-benar pakem untuk melewati jalan ini.

Tiba di tempat parkir Pantai Inaoe, suasana sangat sepi, tak ada satu pun pengunjung lain. Meski hari masih pagi, cuaca sangat panas karena tak ada satu pun pohon peneduh. Topi dan kaca mata hitam adalah aksesoris yang wajib dibawa, ketika mengunjungi Pantai Inaoe.

Tanpa membuang waktu, saya segera berjalan kaki menuju pantai yang jaraknya sangat dekat dari tempat parkir. Namun, saya kecewa ketika melihat penampakan Pantai Inaoe dari dekat. Pantainya berada di teluk kecil yang menjorok ke daratan dengan air laut yang warnanya tidak menarik. Di beberapa tempat banyak sampah berserakan. Apalagi saat itu laut sedang surut, sehingga pantai terlihat sangat tidak menarik. Sangat berbeda dari foto-foto Pantai Inaoe yang saya lihat di berbagai media sosial, dengan air lautnya yang berwarna hijau toska.

Saya sangat kecewa melihat Pantai Inaoe yang tidak seindah foto-fotonya di internet. Namun, karena masih penasaran dengan Pantai Inaoe yang terlihat sangat menawan di media sosial, saya berjalan menuju bukit karang yang berada di sebelah barat pantai. Saya harus melewati beberapa lorong kecil dan mendaki bukit kecil, hingga tibalah saya di atas bukit yang membuat saya terpana. Dari bukit tersebut, terlihatlah pantai mungil yang sangat cantik seperti yang terlihat di berbagai media sosial belakangan ini. Rupanya inilah Pantai Inaoe yang sebenarnya, yang membuat saya penasaran selama ini.

Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah timur laut
 

Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah tenggara


Secara visual, Pantai Inaoe yang oleh warga lokal disebut Pantai Tolanamon terlihat sangat cantik dan unik. Pantainya tersembunyi di sebuah teluk mungil yang menjorok jauh ke daratan dengan bibir pantai yang berpasir putih sangat pendek, hanya sekitar 15 meter panjangnya. Air lautnya sangat bening dengan warna bergradasi dari hijau toska di pinggir pantai hingga biru tua di lautan lepas. Di sekeliling pantai terdapat bukit-bukit kecil yang seperti mengepung Pantai Inaoe dan menyembunyikannya dari dunia luar. Namun, keberadaan bukit-bukit tersebut justru semakin mempercantik Pantai Inaoe. Dari bukit-bukit inilah, kita bisa melihat kecantikan Pantai Inaoe.

Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah utara
Pantai Inaoe dilihat dari utara pinggir pantai sebelah utara
  
Meski matahari terik menyengat, saya tetap semangat menjelajah setiap lekuk Pantai Inaoe. Mulai dari bukit di sebelah timur, utara hingga barat pantai, semua saya jelajahi. Tak lupa saya bermain-main di area pasir putih Pantai Inaoe yang tak seberapa panjangnya. Kesimpulan saya, dari sudut mana pun, Pantai Inaoe terlihat sangat menawan. Apalagi saat itu tak ada satu pun pengunjung lain selain saya, sehingga saya seperti berada di pantai pribadi yang menuat saya betah berlama-lama.

Tak heran kalau Pantai Inaoe ngetop banget di media sosia belakangan ini. Soalnya Pantai Inaoe sangat cantik dan unik, membuat siapa pun yang melihatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.(Edyra)***


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments