UJUNG BETOK, PULAU KECIL DENGAN JEMBATAN DI LOMBOK TIMUR

Menyeberang jembatan menuju Ujung Betok

Pulau Lombok dikelilingi puluhan pulau kecil yang disebut Gili dalam Bahasa Sasak (Suku Asli Pulau Lombok). Salah satu pulau kecil yang menarik perhatian saya adalah Ujung Betok. Pulau yang “tumben” tidak disebut dengan gili ini berada di daerah Lombok timur bagian selatan (Lombok Tenggara), tepatnya di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Jaraknya sekitar 75 km dari Kota Mataram atau dua jam berkendara. 

Sebenarnya, saya mengetahui keberadaan Ujung Betok secara tidak sengaja. Saat membaca majalah penerbangan (inflight magazine) sebuah maskapai penerbangan nasional, saya melihat sebuah foto pulau kecil dengan jembatan membentang di depannya bernama Ujung Betok yang berada di Lombok Timur. Melihat keunikan pulau tersebut, saya yang penggemar berat wisata ke pulau-pulau kecil, jadi tertarik untuk mengunjunginya. Mulailah saya bergerilya di internet untuk mencari informasi tentang Ujung Betok. Sayangnya, informasi mengenai pulau ini di internet sangat minim. Saya cari di Peta Lombok, juga tidak menemukan keberadaan Ujung Betok. Mungkin, saking kecilnya pulau tersebut sehingga membuatnya tidak tercantum di peta. 

Begitu ada kesempatan mengunjungi Lombok, saya memprioritaskan kunjungan ke Ujung Betok. Kebetulan saat itu saya sedang mengunjungi Tanjung Ringgit, Pantai Tangsi, dan Tanjung Bloam yang berada di wilayah Lombok Timur. Untuk menemukan Ujung Betok, saya harus bertanya kepada beberapa Warga Desa Pemongkong karena tidak ada satu pun penunjuk arah ke pulau mungil ini. Untunglah ada yang mengetahui Ujung Betok. Mereka dengan senang hati menunjukkan jalan ke pulau ini. Dan ternyata, tidak susah-susah amat menemukan Ujung Betok. 

 
 Ujung Betok pada saat laut surut

Ujung Betok hanyalah pulau kecil (lebih tepatnya sangat kecil) yang berada di wilayah Desa Pemongkong. Pulau ini bukanlah pulau tujuan wisata seperti Gili Air, Meno, atau Trawangan yang sudah sangat tersohor itu. Luasnya mungkin hanya seukuran dua kali lapangan bola voli. Tak heran kalau Ujung Betok tak tercantum di peta karena saking imutnya ukurannya. Meski imut, pulau ini ada penduduknya. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Keunikan Ujung Betok adalah adanya jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan daratan Pulau Lombok. Jembatan tersebut terbuat dari semen dan kayu. Jadi, kita tidak perlu bersusah-susah berenang atau naik perahu untuk menuju Ujung Betok.Selat yang memisahkan Ujung Betok dengan Pulau Lombok hanyalah selat yang sempit dan dangkal. Saat surut, kita pun bisa berjalan kaki dengan mudah ke pulau ini meski tidak ada jembatan. 

 Ujung Betok pada saat laut pasang

Dua kali mengunjungi Ujung Betok, saya melihat pemandangan yang berbeda. Kunjungan pertama terjadi pada saat laut sedang surut. Ujung Betok pun terlihat menyatu dengan Pulau Lombok. Saya sedikit kecewa karena pemandangan yang saya lihat berbeda dengan foto di majalah. Untunglah pada saat kunjungan kedua, laut di sekitar Ujung Betok dalam keadaan pasang. Pulau mungil ini dikelilingi laut membuatnya seperti pulau terapung. Panorama Ujung Betok dan sekitarnya terlihat lebih eksotis dan menarik. Saya benar-benar puas bisa melihat Ujung Betok dalam dua situasi yang berbeda. 

Meski sudah dua kali mengunjungi Ujung Betok, saya tidak pernah bosan. Saya ingin melihat pulau ini lagi saat sunrise atau sunset. Saya yakin, panorama Ujung Betok akan terlihat lebih cantik dan dramatis du kala sunrise atau sunset. (edyra)*** 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "UJUNG BETOK, PULAU KECIL DENGAN JEMBATAN DI LOMBOK TIMUR"

Post a Comment